Konsumsi Pinang Capai Rp 12 M, Pemda SBD Fokus Revolusi Pertanian



Minggu, 31 Mei 2015 - 17:12:16 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: PEMERINTAHAN - Dibaca: 137379 kali


KUPANG, TIMEX-Ini fantastis tapi sebenarnya bukan hal baru. Betapa tidak, budaya makan sirih pinang ternyata menghabiskan miliaran rupiah. Di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) misalnya, tingkat konsumsi pinang mencapai Rp 12 miliar per tahun.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati SBD, Ndara Tanggu Kaha saat memaparkan RPJMD Kabupaten SBD di hadapan Sekretaris Bappeda NTT, Petrus Keron serta sejumlah pejabat dari beberapa instansi terkait di Kupang, Selasa (24/2).

Ndara Tanggu yang didampingi Kepala Bappeda SBD, Dominikus Balla itu memaparkan draft RPJMD daerah tersebut untuk dievaluasi.

Menurut Ndara, hasil evaluasi bersama bupati mengatakan, pembangunan di daerah tersebut harus dimulai dari penguatan di bidang pertanian. Pasalnya, dari 306.000 jiwa masyarakat SBD, 76 persen diantaranya adalah petani. Sumber daya manusia di daerah tersebut masih sangat rendah. Sehingga membutuhkan penguatan ekonomi keluarga dari bidang pertanian, kemudian diikuti dengan penyadaran tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan.

"Kami akan masuk melalui revolusi pertanian, tanaman pangan, perkebunan rakyat, peternakan, perikanan dan kelautan. Kalau sektor-sektor ini dikembangkan akan dapat mengubah kehidupan masyarakat. Kenapa kami memilih pertanian, karena 58 persen masyarakat tidak tamat SD dan 24 persen hanya tamat SD. Yang tamat SMP hanya 8 persen,  SMA 8 persen dan hanya 2 persen yang tamat perguruan tinggi," beber Ndara.

Menurut dia, pemerintah akan memanfaatkan irigasi dan infrastruktur pertanian lain untuk mendukung produksi pertanian. Pasalnya, lahan pertanian dan perkebunan sangat cukup dan tinggal dikelola secara baik untuk meningkatkan produksi. Salah satu bidang pengembangan di perkebunan adalah tanaman pinang yang menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat Sumba pada umumnya.

"Kita tidak menghindar karena sebagian besar orang Sumba itu makan sirih-pinang. Khusus di Sumba Barat Daya, konsumsi pinang sangat tinggi. Bahkan dari hitungan kami, konsumsinya mencapai Rp 12 miliar per tahun. Satu orang menghabiskan sekitar Rp 5.000 per hari. Ini baru pinang. Belum rokok dan lainnya," sambung dia.

Ditambahkan, tingkat pendidikan yang rendah di daerah yang dimekarkan dari Kabupaten Sumba Barat itu memiliki angka kriminalitas cukup tinggi. Bahkan, kasus pembunuhan sering terjadi. Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah rendahnya sumber daya manusia di sana. "Kasus pembunuhan tahun lalu mencapai 59 kasus," sebutnya. (cel/ays)




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Berita terkini

Rabu, 28 November 2018 - 21:02:53 WIB
Kajian Sosial Budaya dan Kependudukan tentang Kemiskinan di Kabupaten Sumba Barat Daya
Kabupaten Sumba Barat Daya  (SBD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki banyak potensi untuk mengatasi kemiskinan antara lain dari bidang budaya, agama, sosial, politik dan ekonomi.Potensi tersebut diungkap ... Selengkapnya (0 komentar)

Selasa, 11 Oktober 2016 - 07:46:53 WIB
PERINGATAN BULAN BAKTI GOTONG ROYONG (BB-GR) KE-13, DAN HARI KESATUAN GERAK PKK (HKG-PKK) KE-44, S
PERINGATAN BULAN BAKTI GOTONG ROYONG (BB-GR) KE-13, DAN HARI KESATUAN GERAK PKK (HKG-PKK) KE-44, SERTA  HARI KELUARGA NASIONAL (HKN) KE-23  DI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA   Rabu, 25 Mei ... Selengkapnya (0 komentar)

Jumat, 23 September 2016 - 12:12:32 WIB
BUPATI SBD MELANTIK KEPALA DESA SE KECAMATAN KODI UTARA
Kamis, 09 Januari 2016 Bupati Markus Dairo Talu, SH, melanjutkan pelantikan Kepala Desa dan Penjabat Kepala Desa dari Kecamatan Kodi Bangedo ke Kodi Utara. Bupati bersama rombongan yang disambut oleh Camat Kodi Utara, ... Selengkapnya (0 komentar)

Twitter Humas SBD

Komentar terbaru

Fanspage Humas SBD

4+

Partner Kami

Kami berkerja sama dengan berbagai lembaga pemerintahan lain. Mengutamakan Kepentingan bersama demi tercapainya suatu tujuan dalam pemerintahan.

image image image image